Pandji, Bhinneka Tunggal Tawa Bersatu Dalam Tawa

Bhinneka Tunggal Tawa

Stand up comedy, mungkin nama ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kehadirannya dapat dikatakan mampu membawa warna baru dalam ranah komedi di tanah air.

Hal tersebut dikarenakan dalam stand up comedy, seorang comic (orang yang melakukan stand up) mampu memberikan suatu materi stand up yang dilemparkan kepada penonton (dalam stand up biasanya disebut bit) dengan mengangkat kondisi atau keadaan yang sering terjadi di dalam lingkungan masyarakat.

Oleh karena itu diperlukan suatu kejelian dari seorang comic untuk memperhatikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam masyarakat, dan mencoba meramunya menjadi suatu guyonan yang cerdas dalam stand up nya.

Di tengah meledaknya acara stand up comedy, pada tanggal 28 Desember 2011 lalu Pandji Pragiwaksono mengadakan sebuah pementasan stand up show special yang bertajuk Bhinneka Tunggal Tawa di Gedung Usmar Ismail.

Dalam pementasan yang berlangsung selama dua jam ini, Pandji melakukan stand up selama satu jam. Dimana sebelumnya terdapat opening act selama satu jam dari lima orang comic yaitu Sammy, Rindra, Asep Suaji, Luqman dan Ernest Prakasa, yang menunjukkan kebolehan mereka masing-masing dalam berstand up.

Tepat pada pukul 21.00 WIB dengan memakai kaos hitam dan sepatu hijau andalannya, sang bintang utama Pandji Pragiwaksono naik ke atas panggung. Penampilan Pandji malam itu mampu memukau para penonton yang hadir. Gelak tawa dan tepuk tangan tak henti-henti memenuhi ruangan pertunjukan.

Dalam penampilannya malam itu, Pandji tetap menyampaikan bentuk dukungannya terhadap legalisasi ganja, bahkan dalam salah satu materi stand upnya ada yang membicarakan mengenai nyimeng. Melalui materi-materi stand upnya, Pandji tidak hanya sekedar memberikan hal-hal jenaka, tetapi juga memberikan suatu pesan moral yang dapat kita terapkan dalam hidup.

Antusiasme dari penonton yang begitu besar untuk mendapatkan tiket di pertunjukan pertama, Pandji pun memutuskan untuk mengadakan pertunjukan kedua yang berlangsung pada hari itu juga. Namun di pertunjukan kedua ini tidak ada penampilan dari lima opener, tetapi Pandji melakukan stand up lebih lama.

Pandji dalam konfirmasi melalui blognya menuliskan Bhinneka Tunggal Tawa adalah harapan hidupnya genre komedi baru di Indonesia. Komedi yang membawa begitu banyak kebenaran yang kadang menyakitkan. Harapan bahwa perbedaan Indonesia bisa dibersatukan oleh tawa. Harapan akan Indonesia yang telah sembuhkan lukanya oleh canda. Indonesia yang mampu menertawakan dirinya sendiri dan tidak mudah tersinggung, Indonesia yang lebih dewasa. Lebih bersatu.

Dalam stand up show special Bhinneka Tunggal Tawa, Pandji tidak hanya membuat sebuah sejarah dalam dunia stand up comedy, tetapi ia juga mampu membuat para penonton yang datang dari daerah-daerah yang berbeda untuk bersatu dalam tawa, bersatu dalam keceriaan, dan bersatu dalam Bhinneka Tunggal Tawa.

Previous Hardrock FM’s Provocative Proactive Special Stand Up Comedy
Next It's a Blue Nite In Stand Up Comedy by @StandUpIndo