Mental, Nyali dan Kreatifitas Lawakan dalam Stand Up Comedy


Ngelawak atau dalam bahasa keseharian biasa disebut ndagel merupakan keahlian yang tidak semua orang memilikinya. Dibutuhkan mental, nyali, kreativitas dan materi lawakan yang oke sehingga apa yang disampaikan bisa lucu. Gaya lawakan yang kini sedang ngetren adalah stand up comedy.

Sejak diangkat oleh sebuah stasiun televisi, stand up comedy terus mendapat tempat di masyarakat. Berbeda dengan lawakan umumnya, pelawak stand up comedy atau biasa disebut comic, tampil seorang diri. Berbekal stand mic, mereka mengeksplorasi materi lawakan-lawakan kreatif nan mutakhir. Kelucuan bisa muncul dari kekuatan materi-materi itu.

Stand up comedy itu berbeda dengan komedi biasa, stand up comedy perlu konsep, sehingga nantinya menghasilkan lawakan yang berkualitas, memiliki content yang berbeda dengan lawakan biasa, jadi tidak asal ngelawak. Dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini, stand up comedy dapat dikatakan sedang booming di kalangan pencinta komedi di Indonesia.

Media televisi sangat berperan dalam mempromosikan tren baru dunia lawak ini. Sejumlah nama seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Cak Lontong, Setyawan Tiada Tara adalah beberapa dari sekian banyak pelaku yang telah mengawali dan membesarkan stand up comedy di Indonesia.

Stand up comedy ternyata mendapat sambutan yang luar biasa di kalangan mahasiswa. Terbukti, tidak sedikit mahasiswa yang mulai tertarik untuk menjadi seorang comic. Di kota Malang sendiri tercatat ada lebih dari empat kampus yang tergabung dalam komunitas stand up comedy Indonesia. Kampus-kampus itu antara lain UNIBRAW, UM, UMM, UIN, ITN yang secara kontinyu mengadakan Open Mic di kampus mereka.

Sebenernya ada beberapa tipe yang dipakai tiap comic, sesuai selera saja sih, ada yang memang mencari lucu saja, tapi ada juga yang joke-joke-nya tidak sekadar lucu tapi ada pesan tertentu yang disampaikan.

stand up comedy itu juga merupakan curhat untuk mengungkapkan pendapat yang sejatinya merupakan benar-benar kejujuran, rasa resah dan ketidaksenangan atas situasi yang aneh, tidak biasa, atau tidak sesuai dengan fikiran kita,” kata Fajar Ardiansyah komika asli malang yang sering menggunakan bahasa inggris dalam penyampaiannya.

Stand up comedy merupakan salah satu cara untuk menghibur penonton dengan cara yang berbeda dari komedi biasa, Seorang mahasiswa bisa menjadi lebih kreatif, peka dengan isu sosial, dan menambah pengetahuan umum.

Dari segi entertaintment atau hiburan stand-up comedy sebenarnya bukan hal baru. Grup-grup lawak seperti Srimulat dulu juga sering menampilkan seorang pemain yang melakukan monolog di awal pertunjukan sebagai pembuka.

Melihat dari perbedaan stand up comedy dengan group comedy atau komedi kelompok adalah pada sisi aspek waktu yang harus diatur oleh sang komika yang berbeda jika tampil dalam group comedy.

Dalam stand up comedy, secara psikologis tekanannya lebih besar karena komika harus dituntut untuk menguasai panggung sendirian termasuk tuntutan dalam mengolah joke.

Kini acara stand up comedy sering digelar atau disisipkan dalam acara-acara kemahasiswaan di kampus-kampus, harapannya acara ini bisa menjadi salah satu arena olah kreativitas dan ekspresi seni mahasiswa. Lawakan model ini juga bisa menjadi salah satu penyaluran sikap kritis mahasiswa terhadap kondisi sosial dan politik.

Previous Comic Tidak Harus Konyol, Comic hanya perlu menceritakan hal yang lucu
Next Ratusan Comic Siap Melawak di Stand Up Comedy Festival 2015