It’s a Blue Nite In Stand Up Comedy by @StandUpIndo


Apa itu blue material dan apa blue nite dalam stand up comedy? Blue, adalah warna yang identik dengan sesuatu yang porno. Istilah yang lebih dulu dikenal di masyarakat adalah blue film untuk film porno.

Mengacu pada istilah di atas, kurang lebih blue material dalam stand up comedy bisa dikaitkan dengan bicara sesuatu secara vulgar, blak-blakan atau sekadar menjurus. Materinya sendiri tidak melulu tentang seks, tapi bisa mengeksplorasi ‘kejorokan’ lain seperti toilet, atau gaya bahasa yang kasar (trash talking). Blue nite sendiri adalah sebuah pertunjukkan dimana semua materi yang dibawakan comic berupa atau setidaknya mengandung blue material. Tetap kaidah stand up comedy harus dijunjung, bukan sekadar menambahkan kata-kata ‘alat kelamin’ di setiap konstruksi dari bit naskah stand up comedy maka semuanya dianggap lucu.

Yang ditekankan adalah sebuah sikap – yang juga dikenal sebagai premis – dari seorang comic terhadap isu yang dia mau angkat. Blue material bisa memandang isu umum lalu menarik relevansi atau analogi ke arah yang secara vulgar atau menjurus ke seks dan ‘kejorokan’ lainnya. Atau sebaliknya menyikapi suatu isu yang berhubungan dengan seks, prilaku seks atau kejorokan lainnya, dengan gaya stand up comedy.

Stand up comedy adalah seni pertunjukan. Selalu ada pro-kontra dalam seni pertunjukan. Selalu ada pertentangan antara idealisme seniman dengan selera pasar atau nilai dalam masyarakat. Selalu ada pertentangan antara kebebasan ekspresi dengan aturan media.

Blue material jangan dipandang secara sempit sebagai sekadar ‘ngomong jorok’, tapi lebih luas sebagai ‘bicara blak-blakan’ tanpa harus berpikir tentang sensor dan aturan media atau peyiaran. Bicara blak-blakan tidak harus sesuatu yang ‘porno’, tapi bisa isu general dengan gaya yang vulgar, frontal, yang tidak mungkin kita lakukan di televisi misalnya.

Seperti alasan awal kenapa ada stand up comedy, bahwa banyak pemikiran yang berkecamuk dalam setiap orang atau golongan tertentu  terutama golongan minoritas yang hanya berhenti dalam tingkat pemikiran. Di situ lah peran para stand up comedian untuk menjadi corong pemikiran banyak orang.

“For many times we need someone else to tell the truth.”

Kadang – bahkan sering kali – kebenaran itu tabu untuk dibicarakan. Itulah kenapa ada sebuah istilah oxymoron yang terdengar tidak asing yaitu ‘rahasia umum’. Blue material bisa membahas isu sosial, seperti prostitusi. Sesuatu yang sebenarnya ‘ilegal’ di Indonesia, tapi kenapa tempat-tempat hiburan malam sudah menjadi sarang prostitusi (tidak) terselubung.

Lokalisasi sudah lebih identik dengan ‘legalisasi’. Lalu bisa juga bicara soal ‘stigma’ daerah tertentu yang sering diidentikkan dengan pemasok pekerja prostitusi. Ini sebuah kondisi sosial yang nyata di depan mata kita, sesuatu yang tabu dibicarakan walau banyak orang sudah sama-sama tahu, dan seorang stand up comedian bisa mengambil peran untuk mengungkap fakta ini dari sudut pandang dia dengan gaya stand up comedy tentunya.

Blue material juga bisa membahas hal-hal yang general – yang tidak ada hubungannya dengan seks – seperti kemacetan lalu lintas dengan menarik relevansi ke masalah seks. Misalnya kemacetan di jalan tol yang notabene jalan berbayar, itu sama dengan menyewa ‘jablay’ yang sedang mengalami menstruasi.

Sebuah proyek idealis tentu jauh dari populis, jangan harap popularitas dari blue nite. Bahkan materi yang disampaikan tidak akan direkam, diupload di situs seperti youtube apalagi masuk ke televisi. Ini saatnya bicara menjurus, blak-blakan atau bahkan vulgar dan frontal.

Tanggal 30 January 2012 ini akan dilakukan ‘Blue Nite’ di Marley, Energy Building 2nd fl, SCBD, Jakarta.

What happens in Marley, stays in Marley.
Viva la komtung!
Kontributor: SDP/@notaslimboy

Previous Pandji, Bhinneka Tunggal Tawa Bersatu Dalam Tawa
Next Wadah Pemersatu Keragaman bersama Open Mic Stand Up Comedy Jabodetabek